• 10

    Mar

    Sejarah PERSIB Bandung (3): Klub OSVIA, 100 Persen Murni Pribumi

    Kejuaraan Antarkota yang ketujuh dan kali kedua untuk Bandung diselenggarakan tahun 1920 di Bandung, baru saja berlalu. Pada tahun 1921 ini ada dua klub baru mendaftar di liga sepakbola Bandung: Osvia, klub elite pribumi yang sebelumnya mengundurkan diri dan klub baru yang dibentuk orang-orang Tionghoa yang diberi nama YMC. Osvia yang sebelumnya berada Divisi Dua kini dimasukkan ke Divisi Satu, sedangkan YMC sebagai pendatang baru ditempatkan di Divisi Tiga. Permainan olahraga yang awalnya hanya digemari bangsa Belanda, kini (1920an) sudah mulai digemari dan dibicarakan di kalangan rakyat. Penduduk pribumi juga mulai intens hadir datang ke lapangan Aloon-Aloon. Pada masa ini pertandingan antara Sidolig (kostum biru, blauw-witten) mewakili Bandung dan Vios (kostum oranye) mewakili Batavia
  • 9

    Mar

    Sejarah PERSIB Bandung (2): Liga Tiga Divisi dan Tim Perserikatan

    Sepakbola Bandung terus tumbuh dan berkembang. Setelah sukses menjadi penyelenggara Kejuaraan Antarkota, pengurus Perserikatan Sepakbola Bandung (Bandoengsche Voetbal Bond=BVB) berusaha meningkatkan kualitas kompetisi. Jumlah pertandingan diperbanyak baik liga maupun turnamen dan friendly game. Kegiatan publisitas sudah mulai dilakukan. Liga yang awalnya satu divisi berkembang menjadi tiga divisi. Ada satu klub baru bertambah yang namanya LUNO, singkatan dari Laat Uniet Overwinnen (artinya kira-kira berserikat akan maju. Catatan: tidak semua kronologis disajikan, pertandingan yang sifatnya berulang seperti jalannya putaran liga, dilompati, kecuali ada hal yang sifatnya menarik. Informasi pertandingan dibatasi pada awalnya liga dan jelang liga berakhir. Hal yang sifatnya baru akan disajika
  • 7

    Mar

    Sejarah PERSIB Bandung (1): UNI, Sidolig, Sparta dan Velocitas

    Persib Bandung adalah salah satu contoh klub sepakbola Indonesia masa kini yang ideal dan benar-benar siap serta telah menyiapkan diri untuk memasuki era sepakbola Indonesia modern (industri sepakbola). Tanpa bermaksud mengecilkan klub-klub lain, tulisan ini hanya sekadar memberi latar bagaimana sepakbola tumbuh dan berkembang di Bandung di masa doeloe, tempat dimana homebase Persib Bandung[1]. Adanya perkumpulan sepakbola di Bandung teridentifikasi tahun 1904. Perkumpulan sepakbola yang pertama lahir adalah Sidolig. Kostum yang digunakan Sidolig mirip dengan kostum yang digunakan Persib masa kini (blauw-witten=biru putih). Ada lima klub yang berpartisipasi dalam liga sepakbola Bandung pada fase awal, yaitu: Sidolig, klub campuran Belanda dan pribumi; UNI, klub sepakbola pegawai Belanda;
  • 28

    Jun

    Piala Dunia 1938: Kapten Indonesia vs Hungaria, Sama-Sama Dokter

    Pertandingan Indonesia vs Hungaria yang dilangsungkan tanggal 6 Juni dalam Piala Dunia 1938 ternyata pertemuan dua kapten yang sama-sama berprofesi dokter. Kapten Tim Indonesia adalah Dr. Achmad Nawir dan kapten Tim Hungaria adalah Dr. Sarosi. Ini unik. Sangat jarang, dan mungkin satu-satunya kejadian dalam dunia sepakbola. . Sebelum pertandingan dimulai, prosedurnya kapten dua tim dipertemukan di hadapan wasit dan hakim garis. Ketika antara Nawir dan Sarosi berjabat tangan, Nawir mengucapkan Selamat Datang dengan ramah kepada Dr. Sarosi. Rupanya, Sarosi juga tahu bahwa kapten Indonesia adalah seorang dokter. Lantas Sarosi membalas ucapan Nawir dengan salam yang sama, Selamat Datang. Sebagai rekan sejawat dalam dunia kedokteran, Sarosi juga membalas salam Nawir itu dengan ramah. Lanta
  • 28

    Jun

    Piala Dunia 1938: Tim Indonesia Tidak Langsung Pulang, Kemana Mereka?

    Tim Indonesia dan Tim Belanda yang sama-sama tampil di Piala Dunia 1938, bernasib serupa. Kedua tim ini sama-sama kalah dalam pertandingan knock out Perdelapan Final. Bedanya, Tim Belanda langsung pulang, sedangkan Tim Indonesia tidak. Rupanya, petinggi KNVB (asosiasi sepakbola Belanda) dan petinggi NIVU (asosiasi sepakbola Indonesia) sama-sama tidak puas dengan hasil yang dicapai di Piala Dunia 1938 di Prancis. . Kedua organisasi sepakbola anggota resmi FIFA itu sepakat untuk mempertemukan dua tim yang sama-sama terluka itu di dalam satu pertandingan. Lalu ditetapkan pertandingan kedua tim nasional tersebut dilangsungkan tanggal 26 Juni 1938 di stadion Olympisch, Amsterdam. Kemudian masing-masing tim mempersiapkan diri. Tim Indonesia kembali ke Den Haag, tempat dimana markas Tim Ind
  • 25

    Jun

    Simpang Siur Kehadiran Indonesia di Piala Dunia 1938: Ini Faktanya!

    Selama ini, kisah kehadiran Indonesia di Piala Dunia 1938 ditulis secara keliru. Faktanya, kehadiran Indonesia mengikuti proses yang normal: bukan penunjukan dan juga bukan menggantikan, tetapi mendaftar dan mengikuti proses prakualifikasi sebagaimana tim-tim lainnya yang berhasil ke Prancis. Berikut, kronologis Indonesia bisa hadir di Piala Dunia 1938 di Prancis. Kongres Dewan FIFA yang berlangsung di Prancis tanggal 20 April 1936 menghasilkan dua keputusan penting, yakni: tempat penyelenggaraan Piala Dunia yang ketiga tahun 1938 di Prancis dan Indonesia (kala itu bernama Nederlandsch Oos Indie atau Dutch East Indie) disahkan sebagai anggota FIFA. Di Indonesia waktu itu ada dua asosiasi sepakbola, yakni: NIVU (Nederlansch Indie Voetbal Unie) dan PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indo
  • 22

    Jun

    Piala Dunia 1938: Siaran Pandangan Mata (Video) Indonesia vs Hungaria

    Radio PHOHI, satu-satunya stasion radio di Nederland yang melakukan ’siaran pandangan mata’ ketika berlangsungnya pertandingan ‘Perdelapan Final’ Piala Dunia 1938 antara Indonesia vs Hungaria tanggal 5 Juni 1938 pukul 5 sore dari stadion Stade Veledrome Minicipal, Rheims, Prancis. Han Hollander, reporter PHOHI dari Rheims mengawali reportasenya sejak pukul 11.10. Sebelum membaca tulisan di bawah ini, dan mengikuti siaran pandang mata tersebut, simak dulu video link berikut: http://www.youtube.com/watch?v=ZNcUbvqDnCQ Sebelum pertandingan . Demam Piala Dunia di seluruh penjuru Prancis pada tahun 1938 memang terasa, termasuk di Kota Rheims, tempat dimana dilangsungkan pertandingan antara Indonesia vs Hungaria pada tanggal 5 Juni. Sesungguhnya, penduduk kota bertan
  • 22

    Jun

    Piala Dunia 1938: Seleksi, Pelatihan di Kapal, Uji Coba Tim Indonesia

    Pada 15 Maret 1937, FIFA menunjuk Jepang dan Indonesia untuk melakukan pertandingan prakualifikasi Piala Dunia 1938 yang pemenangnya akan melawan (play-off) pemenang pertandingan (play-off) antara Amerika Serikat (juara Amerika Utara) dengan Argentina (juara Amerika Tengah) untuk memperebutkan satu tempat dalam melengkapi 16 negara yang akan berlaga dalam final Piala Dunia 1938 di Prancis. Dalam hal ini penunjukan Indonesia dari Asia karena masa itu Indonesia telah memiliki kompetisi lokal yang teratur, sedangkan Jepang sebelumnya pernah memiliki tim Olimpiade yang kuat. Di dalam negeri, sesungguhnya ada dua asosiasi sepakbola, yakni: NIVU dan PSSI. Namun yang diakui oleh FIFA adalah NIVU. Persoalan muncul, sebab tentu saja pemain-pemain terbaik di Indonesia tidak hanya ada di klub-k
  • 21

    Jun

    Piala Dunia 1938: Partisipasi Indonesia di Prancis adalah Suatu Takdir

    Kongres Dewan FIFA yang berlangsung di Prancis tanggal 20 April 1936 menghasilkan dua keputusan penting, yakni: tempat penyelenggaraan Piala Dunia yang ketiga tahun 1938 di Prancis dan NIVU diakui sebagai anggota FIFA. Dua keputusan ini ternyata kemudian terkait dengan kesertaan Indonesia di Piala Dunia 1938 [nama Indonesia kala itu Duch East Indies atau Nederlandsch Indie]. Rilis FIFA berikutnya, skema pertandingan Piala Dunia 1938 mengikuti konsep turnamen Perdelapan Final empat tahun sebelumnya. Ini berbeda dengan Piala Dunia 2014 yang sekarang, dimana tim yang masuk fase Perdelapan Final (kini disebut 16 Besar), adalah tim yang berada pada peringkat satu dan dua dalam fase Grup (1 grup = 4 tim) plus tim peringkat ketiga terbaik. Jumlah tim pada fase Perdelapan Final adalah 16 tim
  • 20

    Jun

    Piala Dunia 1938: Perjalanan Tim Indonesia, Batavia - Den Haag

    Tim Indonesia memulai perjalanan panjang dari Batavia menuju Rheims, Prancis. Perjalanan dilakukan dalam empat etafe dengan dua moda transportasi. Moda transportasi laut dari Batavia menuju Medan (27 April 1938). Di Medan melakukan pemusatan latihan terakhir dan uji coba dengan tim lokal yang dilangsungkan tanggal 30 April (skor akhir, menang 4-2). Awal Mei 1938, tim Indonesia berangkat dari Medan menuju Marseille (Prancis) dimana singgah empat kali yakni di Sabang, Colombo (Sri Lanka), Port Said (Mesir) dan Genoa (Italia). Dari Marseille dilanjutkan dengan moda transportasi darat (kereta api) menuju Den Haag. Dari Den Haag dilanjutkan perjalanan ke Rheims dan singgah di Paris. Berangkat dari Batavia menuju Medan 27 April 1938 Tiba di Colombo, 11 Mei 1938 Tiba di Den Haag, Rabu, 18 Me
Prev -

Profil Penulis

akhirmh@yahoo.com

Bergabung dengan Blogdetik sejak 4 Juni 2008, menulis blog di waktu luang. Satu dasawarsa terakhir mempelajari ekonomi, industri dan bisnis sepakbola. Untuk lebih memahami topik sepakbola tersebut, sedang mempelajari sejarah sepakbola di Indonesia.

Follow Me