Sejarah Sepakbola di Indonesia: Inilah Sejarah PSSI yang Sebenarnya

6 May 2016

Sepakbola di Indonesia dilaporkan pertama kali di Medan tahun 1890. Pertandingan sepakbola sendiri di Medan baru digelar pada tahun 1893. Sementara itu di Batavia (kini Jakarta) adanya sepakbola dilaporkan pada tahun 1896. Pertandingan sepakbola perdana digelar di Batavia tahun 1898. Kemudian pertandingan sepakbola disusul di Surabaya. Di Bandung pertandingan sepakbola kali pertama dilangsungkan pada tahun 1904. Itulah rangkaian awal sejarah sepakbola di Indonesia.

Esplanade Medan, 1890: Awal mula sepakbola di IndonesiaSepakbola di berbagai kota tumbuh dan berkembang dengan dinamikanya sendiri-sendiri. Di Medan, kompetisi sepakbola didominasi oleh klub-klub pribumi, sebaliknya di Batavia, kompetisi sepakbola didominasi klub-klub Eropa/Belanda (ETI). Oleh karena kapasitas sepakbola dari kalangan pribumi di Batavia juga cukup besar, maka tidak semua potensi klub tertampung di dalam kompetisi Bataviaschen Voetbal Bond (BVB). Hanya Docter Djawa School Voetbal Club yang ikut berkompetisi di BVB. Dr. Abdul Rivai tahun 1905 coba menyatukan klub-klub pribumi yang tidak tertampung menjadi satu kompetisi (bond) sendiri. Pada tahun 1918 Iskandar Brata merevitalisasi klub-klub pribumi dengan membentuk Inlandsch Voetbal Bond (IBB). Dengan begitu di Batavia ada dua bond (perserikatan sepakbola).

Pemerintah kolonial tidak mempermasalahkan bond sepakbola lebih dari satu, malah memberikan kebebasan tanpa terlalu jauh mencampuri urusan sepakbola. Pada tahun 1924 Bataksch Voetbal Bond dididirikan dan kemudian ikut berkompetisi di BVB. Docter Djawa School VC sudah sejak 1913 tidak aktif berkompetisi. Sementara itu di kompetisi perserikatan pribumi juga terdapat klub yang terdiri dari orang-orang Malaya (kini Malaysia). Nun, jauh di Medan, kompetisi retak. Klub-klub ETI kemudian membentuk bond baru (OSVB), Pada tahun 1923, Dr. Radjamin Nasoetion menyatukan klub-klub pribumi menjadi kompetisi sendiri (DVB). Dengan demikian di Medan juga terdapat perserikatan sepakbola (OSVB dab DVB).

Pasca Kongres Pemuda (1928) IBB direvitalisasi kembali dengan mengubah nama menjadi Voetbal Indonesia Jacatra (VIJ). Sebelumnya BVB diubah namanya menjadi VBO. Bond-bond yang ada di Jawa digabung menjadi organisasi nasional (NIVB). Pada tahun 1930 dibentuk PSSI. VIJ kemudian bergabung dengan PSSI. Di Batavia, selain VBO dan VIJ juga ada perserikatan sepakbola lainnya yang disebut BKVB (sebagaimana di Surabya juga terdapat SKVB). Dengan demikian di Batavia dan Surabaya terdapat tiga perserikatan sepakbola.

Sesungguhnya tidak ada perselisihan secara politik antara PSSI (pribumi) dengan NIVU (suksesi NIVB). Demikian juga antara VBO dengan VIJ. Malahan hubungan keduanya baik-baik saja dan bahkan melakukan kerjasama baik dalam pertandingan persahabatan maupun dalam kegiatan lainnya. Pemutusan sepihak PSSI dalam pembentukan tim nasional ke Piala Dunia di Prancis tahun 1938 tidak diketahui sebab-sebabnya. Berbagai pihak (termasuk pers di Belanda) sangat menyayangkan mundurnya PSSI, yang berakibat tim yang terbentuk ke Piala Dunia tidak mencerminkan potensi sepakbola yang sesungguhnya di Indonesia.

PSSI dan NIVU dalam hal pembentukan timnas sama-sama bersalah. Klub-klub yang ada di Medan tidak satupun yang dipayungi baik oleh NIVU (dominan klub-klub ETI) maupun oleh PSSI (dominan klub-klub pribumi). Ketika timnas melakuan uji coba terakhir sebelum berangkat ke Prancis, timnas (NIVU) justru dibantai oleh tim Medan (klub MSV plus). Klub pribumi terkuat di Medan, Sahata VC (yang didalamnya terdapat Kamaruddin Panggabean dan Damora Harahap) malah kerap mengalahkan MSV (klub ETI). Andaikan kekuatan sepakbola di Indonesia digabung, timnas Indonesia boleh jadi akan lebih baik.

NIVB (Nederlandsch Indische Voetbal Bond) dan Nederlandsch Inlandsche Voetbal Unie (NIVU) masih menggunakan nama yang sama dan hanya mengubah Bond menjadi Unie. Perubahan ini didasarkan hanya semata-mata karena masalah internal (pelaku) sepakbola. NIVB awalnya berbasis dengan spirit dari Batavia, sedangkan NIVU berbasis dengan spirit dari Bandung.

Hal ini juga dulunya mengapa lahir IBB karena masalah internal sepakbola BVC. Kapasitas BVC yang ingin membatasi (lebih selektif dari sudut pandang ukuran sepakbola saja), namun karena banyak klub-klub yang tidak terakomodir maka dibentuk IBB. Pemerintah colonial memandang ini malah lebih baik, jadi semua stakeholder memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. BVC tertolong dengan adanya IBB. Pengurus BVC yang menganggap IBB sebagai adiknya, kerap membantu, misalnya dalam pengadaan lapangan agar dewan kota mengabulkan persetujuan agar pemerintah membangun lapangan sepakbola di Petodjo. Sejauh ini tidak ada perselisihan antara IBB (yang kemudian menjadi VIJ) dan BVC (yang menjadi VBO).

Kini (di era sekarang) sejarah itu ditulis ulang, bagaimana sejarah sepakbola di Indonesia dan sejarah PSSI penuh dengan dongeng-dongeng yang tidak berdasar, juga penuh dengan kultus-kultus terhadap tokoh yang ingin diapungkan setinggi langit bagaikan dongen-dongeng juga. Sejarah PSSI yang terdapat dalam situs PSSI penuh dengan dongeng-dongeng itu, demikian juga seri tulisan yang pernah dimuat dalam situs berita detik.com setali tiga uang juga ditulis bagaikan dongeng-dongeng. Heroisme disajikan, padahal tidak ada pertempuran secara politis di dalam sepakbola. Pertempuran politis ada di ranah lain.

Sepakbola adalah sepakbola. Sepakbola tidak terkait dengan pemerintah dan juga tidak terkait dengan perjuangan orang-orang pribumi. Permasalahan sepakbola adalah urusan internal sepakbola sendiri. Pemerintah tidak mau terlibat dan dan juga tidak mau melibatkan diri. Para pejuang Indonesia juga tidak terlibat dan melibatkan diri dengan urusan sepakbola. Kegiatan sepakbola hanyalah kegiatan social, hiburan dan kebugaran yang lalu kegiatannya dikompetisikan. Setiap orang bebas bermain sepakbola, bebas mendirikan klub dan bebas pula mendirikan organisasinya. Juga bebas menggabungkan diri atau digabung dan juga bebas memisahkan diri dan dipisahkan. Lantas, urusan politisnya dimana? Heroismenya ada dimana? Pahlawannya siapa? Itulah omong kosong yang ditulis mengenai sejarah sepakbola dan sejarah PSSI.

Ibarat pada masa ini, jika ada bentrok dan terjadi tawuran antar pendukung dua klub yang berbeda tidak pernah dikaitkan dengan politis (hanya murni urusan sepakbola). Demikian juga jika tim satu Negara dengan Negara lainnya bentrok di lapangan tidak dikaitkan dengan politis. Itu urusan pertandingan, urusan panitia dan urusan organisasinya. Justru pada masa kini, sepakbola dikaitkan dengan urusan politis, seperti kisruh PSSI dan KPSI. Tapi itulah sejarah sepakbola kita, setiap orang menginginkan sejarah yang dia butuhkan, walau semuanya tidak berdasar. Tapi, kini semua data dan informasi terbuka dan dapat diakses secara otentik, dan sudah waktunya dongeng-dongeng dalam sejarah sepakbola di Indonesia dan sejarah PSSI dibuang. Sejarah sepakbola di Indonesia dan sejarah PSSI sudah waktunya ditulis (kembali) tentang apa adanya yang telah terjadi (tanpa bumbu-bumbu dan tanpa melebih-lebihkan yang satu dan tanpa mengerdikan yang lain.

Berikut ini dideskripsikan kronologis sejarah sepakbola di Indonesia dan kronologis sejarah PSSI (berdasarkan bukti-bukti yang dapat dilacak)..

Introduksi sepakbola

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Pembentukan perserikatan (bond)

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Penyelenggaraan kejuaraan antar tim perserikatan

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Pembentukan organisasi sepakbola nasional (NIVB)

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Penyelenggaraan kejuaraan antar klub perserikatan

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Revitalisasi organisasi sepakbola nasional (NIVU)

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Pembentukan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI)

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Pembentukan dan Tim Nasional ke Piala Dunia di Prancis 1938

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Sepakbola di era pendudukan Jepang

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Sepakbola di masa agresi militer Belanda

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Sepakbola pada pasca kedaulatan Republik Indonesia

Tunggu deskripsi lebih lanjut

Sepakbola Indonesia pada masa kini

Tunggu deskripsi lebih lanjut

 

*Disarikan oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber-sumber ini sudah disajikan dalam seri artikel saya tentang sejarah Persib Bandung (di dalam blog ini) dan sejarah Persija Jakarta serta sejarah PSMS Medan (Marah Halim Cup) di blog lain. Akan menyusul sejarah sepakbola di Surabaya, Semarang dan Makassar..


TAGS Sejarah PSSI sepakbola Sejarah sepakbola Indonesia


-

Profil Penulis

akhirmh@yahoo.com

Bergabung dengan Blogdetik sejak 4 Juni 2008, menulis blog di waktu luang. Satu dasawarsa terakhir mempelajari ekonomi, industri dan bisnis sepakbola. Untuk lebih memahami topik sepakbola tersebut, sedang mempelajari sejarah sepakbola di Indonesia.

Follow Me