Sejarah PERSIB Bandung (7): Nyaris Degradasi, SIDOLIG 1903 Jadi Merek

20 Mar 2015

Tahun lalu, 1925 Sidolig nyaris degradasi. Dalam playoff, calon promosi YMC dapat dikalahkan Sidolig dalam adu tanding (kandang dan tandang). Sidolig jelas tidak akan minta tolong, karena pengurus Sidolig masih perang dingin dengan pengurus BVB. Namun bisa jadi pengurus BVB mau menolong, karena lawan Sidolig dalam playoff ini adalah YMC, klub yang dimiliki orang-orang Tionghoa (bukan milik bangsa Belanda). Pengurus BVB boleh jadi tetap menganggap Sidolig dengan dukungan bobotoh dan pemilik supporter terbanyak harus ada di liga utama, karena menjadi sumber pendapatan terbesar BVB melalui penjualan tiket. Namun tetap tidak ada yang tahu. Yang jelas Sidolig tidak mau sejarahnya terkubur begitu saja (Sidolig didirikan 1903) dan tidak rela investasinya tidak berkembang (telah memiliki lapangan sepakbola sendiri).

 

Sidolig sadar betul bahwa tidak ada kumpulan yang selamat kalau bukan karena upayanya sendiri. Pengurus segera berbenah, tidak ingin meratapi hasil terburuk tahun lalu sepanjang sejarah mereka, tetapi melihat jauh ke masa depan. Untuk sampai ke masa depan, tentu harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Setidaknya tahun ini mereka dapat terhindar dari degradasi dan tetap bertahan di liga utama. Mereka bahkan mungkin tidak berpikir untuk menjadi juara tahun ini. Sidolig tetaplah Sidolig, sepakbola tetaplah sepakbola, karena itu selagi bola masih bundar, maka selama itu pula Sidolig harus berputar. Jaman sudah berubah, motto olahraga di udara terbuka itu sehat (Sport In De Open Lucht Is Gezond) tidak relevan lagi dan harus direvitalisasi. Nama Sidolig harus berubah menjadi sebuah merek (brand). Brand adalah sesuatu kekuatan (power). Program dirancang dan Sidolig menjadi SIDOLIG. Launching akan dilakukan tahun depan, tepatnya tanggal 1 Januari 1927.

 

Tunggu deskripsi lebih lanjut


TAGS sepakbola


-

Profil Penulis

akhirmh@yahoo.com

Bergabung dengan Blogdetik sejak 4 Juni 2008, menulis blog di waktu luang. Satu dasawarsa terakhir mempelajari ekonomi, industri dan bisnis sepakbola. Untuk lebih memahami topik sepakbola tersebut, sedang mempelajari sejarah sepakbola di Indonesia.

Follow Me