Simpang Siur Kehadiran Indonesia di Piala Dunia 1938: Ini Faktanya!

25 Jun 2014

Selama ini, kisah kehadiran Indonesia di Piala Dunia 1938 ditulis secara keliru. Faktanya, kehadiran Indonesia mengikuti proses yang normal: bukan penunjukan dan juga bukan menggantikan, tetapi mendaftar dan mengikuti proses prakualifikasi sebagaimana tim-tim lainnya yang berhasil ke Prancis. Berikut, kronologis Indonesia bisa hadir di Piala Dunia 1938 di Prancis.

Kongres Dewan FIFA yang berlangsung di Prancis tanggal 20 April 1936 menghasilkan dua keputusan penting, yakni: tempat penyelenggaraan Piala Dunia yang ketiga tahun 1938 di Prancis dan Indonesia (kala itu bernama Nederlandsch Oos Indie atau Dutch East Indie) disahkan sebagai anggota FIFA. Di Indonesia waktu itu ada dua asosiasi sepakbola, yakni: NIVU (Nederlansch Indie Voetbal Unie) dan PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia). Akhir Mei, FIFA hanya mengakuai NIVU (masih ingatkan PSSI vs KPSI baru-baru ini).

Selanjutnya, FIFA merilis format dan skema pertandingan Piala Dunia 1938. Skema pertandingan mengikuti konsep turnamen Perdelapan Final empat tahun sebelumnya di Italia. Skema Pertandingan Piala Dunia belakangan ini adalah Perdelapan Final plus Fase Group.

Kemudian, FIFA mengumumkan pendaftaran untuk ikut Piala Dunia 1938 di Prancis. Indonesia merespon, dan menyampaikan kesediaannya untuk berpartisipasi. Minggu pertama bulan Februari 1937, sebanyak 26 negara dari 51 negara anggota resmi FIFA menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi. Negara-negara lainnya yang menyatakan keikutsertaannya adalah Cekoslowakia, Luksemburg, Swiss, Finlandia, Norwegia, Prancis, Portugal, Yugoslavia, Belgia, Amerika Serikat, Polandia, Lithuania, Swedia, Rumania, Lersche Free State, Indonesia, Belanda, Jerman, Palestina, Islandia, Guyana, Yunani, Mesir, Hungaria, Italia dan Jepang. Jumlah ini bertambah menjadi 33 sebagaimana diberitakan De Telegraf (17-2-1937). Yang menyusul mendaftar adalah: Brasil, Bulgaria, Kosta Rika, Estonia, Latvia, Meksiko dan Spanyol.

Negara-negara yang tidak bersedia berpartisipasi antara lain, Argentina yang masih protes karena haknya sebagai tuan rumah Piala Dunia 1938 merasa dirampas oleh Prancis. Dari Asia, dari enam negara anggota resmi, terdapat tiga negara absen yakni: China, Filipina dan Lebanon.

Pada 15 Maret 1937, berdasarkan sidang Dewan FIFA di Zurich, Swiss, FIFA mengeluarkan rilis tentang pembagian grup kualifikasi. Ada 10 grup kualifikasi, dimana Jepang dan Indonesia berada dalam satu grup (Grup-1). Pemenang dari grup-1 ini akan berhak tampil di Prancis. Daftar pembagian grup kualifikasi adalah sebagai berikut:

Pembagian grup kualifikasi Piala Dunia 1938

Pembagian grup kualifikasi Piala Dunia 1938

Sejumlah pihak memberitakan kritik terhadap pembagian grup ini. Beberapa pihak menuduh Prancis memainkan peran pembagian grup ini karena ada preferensi public Prancis, dimana mereka menganggap Hungaria, Austria dan Jerman adalah tim-tim kuat saat itu. Ketiga tim ini dianggap mudah di grup masing-masing. Belanda merasa diuntungkan karena dari tiga tim di grup ini ada dua jatah. Untuk grup Jepang dan Indonesia yang dapat jatah satu dianggap negara-negara Eropa yang kontra, tidak adil karena didasarkan atas geografis semata. Namun demikian, negara-negara Eropa menganggap peluang Indonesia lebih besar, karena sepakbola Jepang masih dianggap tertinggal. Hal ini bertentangan dengan Grup-6 dimana di satu sisi dikritik karena hanya dua negara dalam satu grup, tetapi di sisi lain disayangkan dua tim yang terbilang bagus harus tersingkir salah satu. Prediksi 16 tim ke Perdelapan Final di Prancis berdasarkan koran-koran yang terbit di Eropa: Indonesia, Brasil, Amerika Serikat, Swedia, Jerman, Norwegia, lersche Free State, Portugal, Hungaria, Cekoslowakia, Austria, Belanda, Belgia, Yugoslavia, Prancis dan Italia.

Selanjutnya FIFA mengumumkan untuk melakukan pertandingan kualifikasi. Pada saat menerima perintah FIFA ini, petinggi NIVU sempat bingung, karena format pertandingannya tidak dirinci. FIFA tampaknya memberikan kebebasan bagaimana format dan skedul pertandingan kepada peserta kualifikasi. Batas akhir kualifikasi sebelum 1 April 1938. Piala Dunia 1938 di Prancis diagendakan antara tanggal 4-19 Juni. Akhir Mei 1937 diberitakan surat kabar di Indonesia bahwa petinggi NIVU membuat scenario format dan skedul pertandingan kualifikasi antara Indonesia dengan Jepang. [lihat, artikel di blog ini berjudul Piala Dunia 1938: Partisipasi Indonesia di Prancis adalah Suatu Takdir].

Ketika pertandingan babak kualifikasi sudah ada yang dilangsungkan di zona Eropa (Juni 1937), format dan skedul kualifkasi antara Jepang dan Indonesia justru belum menentu. Namun akhirnya persoalan kualifikasi antara Indonesia dan Jepang ditengahi oleh FIFA. Pada bulan September 1937 FIFA mengusulkan pertandingan kualifikasi Indonesia vs Jepang dilakukan dengan format satu kali pertandingan di tempat netral. Tempat pertandingan ditetapkan di Shanghai (Tiongkok). Namun pertandingan di Shanghai ini dibatalkan karena dikabarkan Kota Shanghai termasuk yang dibom ketika terjadinya perang Jepang-China.

Dari hasil pertemuan FIFA pada akhir Oktober 1937, skedul pertandingan Indonesia vs Jepang dibuat usul baru, pertandingan dipindahkan dan akan dilangsungkan di Hanoi atau Saigon (Indocina) pada tanggal 18 Januari 1938. Namun baru minggu pertama bulan Novemper 1938 didapat kabar dari markas FIFA, Jepang melalui asosiasi sepakbola Jepang, mengundurkan diri karena ditarik oleh negaranya. Ini berarti Indonesia dapat dianggap menang WO.

Namun berita ini cepat ditanggapi oleh FIFA. Dewan FIFA menganggap situasi dan kondisi ini tidak layak, lantas FIFA menyarankan agar Indonesia harus melawan (playoff) pemenang antara Amerika Serika vs Argentina yang akan dilaksanakan di Belanda. Dalam hal ini Amerika Serikat dipisahkan dari grup kualifikasi Amerika dan Argentina diusulkan kembali untuk ikut kualifikasi. Presiden NIVU, Grouse 8-11-1937 merasa terkejut dengan usul baru ini dan merasa tidak senang dan Grouse menganggap ini telah melanggar peraturan yang ada (sebelumnya) dan seharusnya Indonesia otomatis masuk ke partai final di Prancis. Grouse menganggap FIFA tidak konsisten. Akhirnya, Grouse pasrah. Dia merasa di satu sisi melawan Amerika Serikat atau Argentina yang tangguh akan sulit bagi Indonesia, dan di sisi lain ia harus menerimanya dan melihat sisi positifnya dalam melawan tim kuat tersebut. Presiden KNVB (asosiasi sepakbola Belanda), Lotsy juga protes dengan kebijakan ini menganggap usul ini tidak adil.

Tentang usulan Argentina dimasukkan dalam kualifikasi bukan tanpa masalah. Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan perlu membicarakan partisipasi Argentina di Piala Dunia 1938. Rencana konfederasi untuk bersidang yang dijadwalkan 17 Desember ternyata ditunda dan diagendakan pada tanggal 13 Januari 1938. Namun di pihak FIFA pada tanggal 6 Januari akan dilakukan sidang Dewan FIFA. Ini berarti, kesertaan Argentina jika pun disepakati konfederasi Amerika Selatan kemungkinan sudah terlambat karena FIFA punya keterbatasan waktu dan menguntungkan posisi Indonesia yang seharusnya sudah otomatis lolos.

Hasil sidang FIFA di San Remo yang berakhir tanggal 8 Januari memutuskan lawan Indonesia di playoff adalah Amerika Serikat. [Argentina sendiri playoff dengan pemenang Amerika Tengah dimana dibentuk prakualifikasi di Amerika Tengah]. Lotsy memprakarsai bahwa pertandingan ini akan dilaksanakan di Belanda pada tanggal 25 atau 29 Mei 1938 di Stadion Feyenoord, Rotterdam. Sempat muncul keraguan di Indonesia apakah Indonesia datang ke Belanda untuk playoff dengan Amerika Serikat. Pembicaraan Lotsy (petinggi KNVB dan juga merangkap petinggi FIFA) dengan Konsul Indonesia di Belanda membuahkan hasil, bahwa Indonesia tidak akan mundur. Disamping itu kedatangan tim Indonesia ke Belanda banyak manfaatnya (sisi emosional dan sisi kerjasama NIVU/KNVB)..

Selanjutnya karena alasan tertentu, Mesir di Grup-5 mengundurkan diri. FIFA menyusun ulang kualifikasi yang mana Rumania dan Yugoslavia yang dipandang tim kuat dipisahkan. Grup baru dibentuk dimana Yugoslavia dipertemukan dengan Polandia yang dipisahkan dari Grup-4. Sementara itu, di grup Amerika sendiri juga terjadi perubahan. Brasil dipisahkan sendiri dan mendapat jatah langsung ke Piala Dunia 1938 dan grup Amerika dibubarkan dan dibentuk grup Amerika Tengah dimana dua turnamen dilaksanakan, yang pemenangnya dipertemukan. Subgrup-1 Amerika Tengah antara tiga negara, yakni: Kosta Rika, Kolombia dan San Salvador yang dipusatkan di Baranguila; dan Subgrup-2 dipusatkan di Havana antara Meksiko, Kuba dan Suriname. Pemenang turnamen ini diagendakan bermain pada tanggal 5 Juni di Lyon melawan Rumania. Namun dalam perkembangannya pemenang prakualifikasi beberapa negara di Amerika Tengah harus bertemu dulu dengan Argentina. Akibatnya, usul playoff antara Amerika Serikat dengan Argentina direvisi. Selanjutnya pemenang antara Argentina vs grup prakualifikasi Amerika Tengah dipertemukan dengan Rumania. Namun lagi-lagi, diperoleh kabar setelah sebulan kemudian Argentina mengundurkan diri melawan pemenang grup Amerika Tengah. Dengan demikian grup kualifikasi mengalami revisi, sebagai berikut:

Revisi pembagian grup kualifikasi Piala Dunia 1938

Revisi pembagian grup kualifikasi Piala Dunia 1938

***

Minggu pertama Maret 1938 Panitia Piala Dunia telah mengumumkan jadwal yang pada saat diumumnkan kualifikasi juga tengah berlangsung. Perempat Final 12 Juni, Semi Final 16 Juni dan Final di Stadion Colombe pada 19 Juni di Paris. Prediksi tim di dalam Perdelapan Final (16 Besar) saat itu adalah sebagai berikut:

A.Italia vs Norwegia di Antibes 5 Juni

B.Pracis vs Belgia atau Luxemburg di Paris 5 Juni

C.Brasil vs Polandia atau Yugoslavia di Tolouse 5 Juni.

D.Belanda atau Luxemburg vs Bulgaria atau Cekoslovakia di Le Havre 5 Juni

E.Hungaria atau Yunani vs Indonesia atau AS di Rheims 5 Juni

F.Jerman vs Swiss atau Portugal di Starasbourg

G.Swedia vs Austria di Lyon 5 Juni

H.Rumania vs Argentina (vs pemenang Amerika Tengah) di Paris 4 Juni.

Apa implikasinya jadwal ini dengan Tim Indonesia. Dengan jadwal dan lokasi pertandingan perdelapan final dan jadwal playoff antara Indonesia dan Amerika Serikat, pilihan waktu bagi Tim Indonesia menjadi sedikit rumit. Bisa dibayangkan jarak Batavia-Amsterdam ditempuh dengan kapal selama tiga minggu. Belum lagi mempertimbangkan jadwal kapal Batavia-Amsterdam bersifat periodik. Kemungkinan yang terjadi bagi Tim Indonesia adalah sebagai berikut: Tim Indonesia akan berangkat dari Batavia ke Belanda dengan kapal “Baloeran” yang dijadwalkan berangkat dari Batavia tanggal 27 April 1938. Sementara pertandingan antara Indonesia vs Amerika Serikat akan dilangsungkan tanggal 25 Mei 1938 di Rotterdam. Jika Indonesia berangkat tanggal 27 April dengan lama pelayaran tiga minggu maka Tim Indonesia akan tiba di Belanda enam hari sebelum pertandingan melawan Amerika Serikat. Menurut pihak di Belanda dengan sisa waktu itu para pemain Indonesia berada di Belanda lebih dari pada yang bisa disebut cukup.

***

Dalam perkembangannya, Amerika Serikat ternyata mengundurkan diri. Berita ini dimuat koran-koran di Batavia yang terbit pada tangga 16-04-1938. Dikabarkan bahwa Amerika Serikat telah mengirim telegram kepada Presiden FIFA, Jules Rimet bahwa Amerika Serikat tidak bisa mengirimkan tim ke Eropa dalam pertandingan melawan Indonesia yang dilaksanakan di Rotterdam. Berita ini disambut dengan sukacita. Lotsy yang menjabat sebagai anggota Komite Organisasi dan Manajemen FIFA mengusulkan dalam Perdelapan Final, Indonesia akan datang secara otomatis untuk bermain pada tanggal yang telah ditentukan sebelumnya (tanggal 5 Juni 1938 melawan Hungaria).

Salah satu koran di Batavia menulis: tampaknya takdir mendorong pemain Indonesia untuk bisa hadir ke Piala Dunia. Juga berbagai pihak mengharapkan agar kembali Lotsy memainkan peran agar Indonesia vs Hungaria dilaksanakan di Rotterdam. Ada-ada saja. Keputusan FIFA akhirnya datang, bahwa Indonesia berhak tampil di Perdelapan Final di Piala Dunia 1938 di Prancis. Dengan demikian, partai terakhir babak kualifikasi adalah antara Bulgaria vs Cekoslavakia yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 April 1938. Hasil kualifikasi Piala Dunia 1938 ditetapkan sebagai berikut:

Hasil kualifikasi Piala Dunia 1938

Hasil kualifikasi Piala Dunia 1938

***

Akhirnya Tim Indonesia berangkat menuju Rheims, Prancis. Namun sebelum ke Eropa tim Indonesia berangkat ke Medan dari Batavia 27 April 193. Singkat cerita Tim Indonesia tiba di Den Haag, Rabu, 18 Mei 1938. Kemudian Tim Indonesia melanjutkan perjalanan dari Den Haag 2 Juni 1938 menuju Rheims 5 Juni 1938 untuk menunaikan pertandingan Perdelapan Final Piala Dunia 1938 melawan Hungaria.

 

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap dari berbagai sumber utama. Sumber pendukung www,rsssf.com


TAGS sepakbola


-

Profil Penulis

akhirmh@yahoo.com

Bergabung dengan Blogdetik sejak 4 Juni 2008, menulis blog di waktu luang. Satu dasawarsa terakhir mempelajari ekonomi, industri dan bisnis sepakbola. Untuk lebih memahami topik sepakbola tersebut, sedang mempelajari sejarah sepakbola di Indonesia.

Follow Me